Tampilkan postingan dengan label telaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label telaga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

Kasih Tak Sampai

     ¸♥.☆    Kasih Tak  Sampai
heran ku sendiri melihat kenyataan ... bunga sudah ada kumbang lain
Seakan-akan hancur hatiku
namunku coba tuk slalu tersenyum wakau kupaksakan
sungguh ku tak berdaya.

Namun demikian
do'a ku pinta pada Ilahi
biarlah mereka berbahagia
. (15 )ktober 2011;01.47)bahagiaAa



¸♥.☆ Anugrah  Cinta
  Cinta
Adalah samudra pesona yang tak kan sirna,
di hempas kehidupan.
Cinta...
... Adalah menara tegar yang tak tergoyah badai,
Dan prahara puri suci di senja hari.

Cinta ...
Adalah telaga madu penyegar musim semi,
dalam kehidupan.

Dan cinta...yang retakkanya takkan terpadukan.
Dan cinta...akan tertawan jika panahnya terbelokkan.
Demdam jika terpancar kepalsuan.
permainan jika terhias kebohongan.

Tapi...cinta suci...akan melahirkan ketenangan,
Jika berbiaskan ke-Imanan
kelembutan jika bertabur kasih sayang
pengorbanan jika terlahir kesucian

Ya Raab...
Hanya dengan cinta-Mu saja
Cinta yang abadi...
Kekal Abadi-Abadan.  (11 September2011 ;21.48)
¸♥.☆ Hening........
Hening...
Bening...
Satu suara.dingin menggaung dinding.
Tak ada lain.
Dingin.
Beku.
Bisu.
Senyap
Melangkah dalam garis Qodrat.
Senafas dengan Firman-Nya.
Shadakallahul'adzhiim.

met malam Sahabat Fillah.
met berehat kembali
jika esok bertuah...Insya Allah kita berjumpa lagi.
mohon maaf atas setiap goresku yg menuai luka
dari setiap aksaraku yg tiada bermakna
terima kasih atas segalanya.  (11 0ktober 2011 ;21.46)
¸♥.☆ Cinta adalah Anugrah
Di sudut relung hati ini...
Ku tatap kebesaranMu
Lepas hati memandang kebesaranMu
Hembus angin malam menenangkan jiwa
Tersenyum bintang , bulan penuh arti
Betapa indah betpa anggun ciptaanMu
Nikmat apalagi yang harus kudustai
Sungguh Engkau maha pemberi nikmat
Kau kirim rasa bahagia di hati
tapi sayang hanya sesaat
jika Engkau dapat memaafkan
ada rasa anugrah yang kau beri
namun hanya satu rasa itu
hanya untukMu kupersembahkan  (SMC 09 Oktober 2011; 22.15)

¸♥.☆Ingatlah........
Janganlah anda memaksa telingamu,
dari pelaku hawa nafsu.
Niscaya ia akan menyakitkan hatimu.

Ingatlah!!!...
... bahwa iman tidak menempati angan-angan.
bukan juga sekedar ucapan yg di sampaikan.
Tapi iman adalah ketetapan hati dan
membenarkan dengan perbuatan.  (19 oktober 2011; 12.40)
 
¸♥.☆ Malam Yang Hening
Malam semakin larut...
Hati semakin sembraut...
Rindu semakin kabut
Angan semakin hanyut
Cinta Adalah kelembutan hati.
...
Yang menciptakan harapan tanpa-
membingungkan jiwa.
Aku tersudut sepi...
Ya Raab...
Di tengah telaga magrfirah-Mu
Ku haturkan Ampun segala dosa
Dalam gema Zikir aku terlena
Menanti bias cahaya kasih-Mu.
aamiin.
.. (04 okrober 2011; 23.29)
  Ada Cinta
Lama nian ku pendam rindu...
Dalam sekeping hati luka
Mengapa kau diam membisu
Bilaku bertanya kesetiaanmu.

... Pergilah-pergi...usah kembali
Cinta di hati...kau hianati
walaupun aku tak tahan hati
Siapalah aku untuk kau cinta

andaikan bunga ini ...
bukan aku yang menyirami
Ya Raab...
Raihlah jiwaku...
tegarkan rasaku
agarku tak terbebani ....(15 oktober 2011 ;01.00)



 



Kamis, 14 Juli 2011

Jaka Tarub dan Tiga Bidadari

Jaka Tarub dan Tiga Bidadari
Bertahun-tahun Jaka Tarub tinggal bersama tiga bidadari yang sakit jiwa , mereka bernama si Cantik, si Jelita dan si Elok. Suatu ketika, Jaka Tarub ingin menguji kewarasan ketiga-tiganya. Maka diboyonglah ketiga bidadari itu kesebuah telaga yang kering, tdak ada airnya sama sekali. Rupa-rupanya Jaka Tarub ingin menguji bagaimana tanggapan mereka.

Begitu tiba di pinggir telaga, si Cantik langsung melepaskan kebayanya dan berlagak mandi.Tidak mau ketinggalan si Jelita pun melepasan kebayanya dan berlagak mencuci pakaian.
          ~Huh, dasar bidadari-bidadari gendeng!~ kata Jaka Tarub , ~airnya tidak ada eh , malah mandi, cuci maju pula.

Bagaimana dengan si Elok? Tampaknya, bidadari yang satu ini sedikit menyesali dengan tingkah kedua sahabatnya.. Tidak lama kemudian , ia pun turun ke dalam telaga . Ia berjalan biasa , sepertiny a ia sadar telaga tersebut tidak ada airnya.

Sambil menarik-narik kedua lengan sahabatnya, si Elok menyergah. `Sudah-sudah! Kalian ini bikin malu saja! Ayo balik! Dengan setengah hati, kedua bidadari itu pun keluar dari telaga dan memakai kembali kebayanya.

Melihat kejadian tersebut, Jaka Tarub tersemyum, `Syukurlah ternyata tidak semua bidadari masih gila. Kayaknya si Elok sudah sudah waras. Dia tidak ikut-ikutan mandi dan mencuci. Malah dia mengingatkan kedua sahabatnya. Hm... besok akan saya antar dia kembali ke khayangan.

Esok paginya Jaka Tarub memangil si Elok "aku ada dua kabar untukmu, satu kabar baik, satu kabar buruk"
           "Apa kabar baiknya, Jaka ?" tanya si Elok
           "Pertama kamu sudah sembuh dan kamu  segera kembali naik khayangan , " jelas Jaka 
            Tarub..
            "Terus kabar buruknya?" kembali si Elok bertanya
            "Kuatkan hatimu, ya!" Setelah menghela napas sejenak , Jaka Tarub melanjutkan, Ternyata si Cantik dan si Jelita telah mendahului kita. Mereka gantung diri."

Suasana sempat hening sekian detik, sampailah si Elok berkata, "Sebenarnya, Jaka salah paham mereka tidak mengntung diri kok."

            "Hm. kamu tahu dari mana?" tanya Jaka Tarub.
            "Aku yang mengantung mereka," sahut si Elok dengan tenang.
            "Hah ?" Jaka Tarub langsung terperanjat, "kenapa?".
            "Begini, Jaka " sambung si Elok ,:kemarin mereka kan basah basah dari telaga . nah supaya kering, yah, aku gantung saja mereka, "

Jaka Tarub pun bungkam seribu bahasa. Dalam hati ia bergumam. "Ternyata, si Elok masih gila! bahkan bahkan lebih gila daripada si Cantik dan si Jelita.

( Huahahaha Hikayat Konyol )
Wasiat terlarang