Tampilkan postingan dengan label sedih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Maret 2012

Bijaklah Pada Diri Sendiri

 Bijaklah Pada Diri Sendiri


Banyak hal yang menyenangkan tetapi tidak baik buat kita. sebaliknya banyak yang tidak kita senangi namun sangat bermanfaat buat kita

Berbahagialah mereka yang sedih tetapi tawakal karena mendapat penghiburan

Hidup memang derita, mari kita cari sebabnuya, dan yakinlah bahwa ada jalan keluar menghilangkan duka yaitu jalan tenggah.

Sedih adalah perasaan kecewa karena harapan tidak sesuai  dengan kenyataan.Mungkin nilai yang  pahami tidak sesuai, megiris rasa keadilanku, atau aku merasakan keadaan yang membuatku tidak berharga atau aku merasa kehilangan dan masih banyak hal yang membuat ku sedih.

Namun aku tidak mau berlama-lama dalam kesedihan, dan bahwsanya, kepedihan itu tidak terjadi satu kali, jangn mengulangnya dalam pikiran dan perasaan karena kepedihan itu mengganda dan melemaskan saja.
Sedih sudah pasti melemahkan kita, maka janganlah berlama-lama dalam kesedihan, bijaklah dalam diri sendri, cintailah diri sendiri, dan sayangilah hati sendiri, janganlah membuat diri menderita dengan kesedihan.

Sikapi sedih itu  dengan mencari kesenangan sebentar, dan akhirnya aku temukan jawaban dan aku akan berterimakasih pada suasana hati yang membuatku semakin penuh syukur atas peristiwa rasa yang boleh membawa aku pada tahap lebih bijak.

Aku yakin, bahwa Allah memberikan pelajaran kepada mahkluknya melalui kejala semesta alam, bahwa setiap yang di ciptakan berpasangan seperti malam dan siang, maka setiap kesedihan pasti ada kebahagian, setiap pertemuan pasti ada perpisahan ,Allah  menurunkan penyakit sekaligus obatnya, di mana ada racun di sana ada penawarnya, kesedihan pasti akan berakhir sebagaimana kebahagianpun akan batasnya. dn setelah ada kesulitan ada kemudahan.



Senin, 13 Juni 2011

Mengelola Emosi

Emosi Juga Perlu Didetoks

KOMPAS.com — Pengalaman dalam hidup datang silih berganti. Ada yang menyenangkan, banyak pula yang menyedihkan karena berupa musibah. Bila tidak ditangani secara tepat, pengalaman buruk akan tersimpan di dalam bawah sadar dan hidup akan terus dihantui trauma.
Sedih, marah, dendam, kehilangan, dan dikhianati adalah contoh emosi-emosi negatif. Bila emosi ini terus ditekan atau disembunyikan, justru akan menimbulkan banyak masalah, salah satunya penyakit. "Jika ada yang mengganggu perasaan, itu juga akan mengganggu kondisi fisik," kata Tom Suhalim, pakar aura dan penyembuhan. Tom bahkan yakin, 95 persen penyakit disebabkan stres.
Kini ada beragam cara untuk mengatasi trauma, salah satunya dengan detoksifikasi emosi. Detoksifikasi emosi, menurut Tom, adalah metode pembuangan stres dari tubuh.
"Emosi negatif yang terus-menerus ditekan akan disimpan dalam memori bawah sadar kita dan menyumbat aliran energi di tubuh. Karena itu harus dibersihkan," katanya di sela-sela acara Healing Festival yang diadakan di Tirtayu Jakarta, beberapa waktu lalu.
Metode pembuangan "racun" mental dan emosional itu disebut dengan metode energy activator therapy (EAT). "Pembuangannya bisa melalui prinsip hipnosis, akupunktur, energi penyembuhan bumi, afirmasi, palmistry, juga eye movement desensitisation response," papar pria yang berpraktik di Pro-V Clinic Holistik Jakarta ini.
Terapi EAT pada dasarnya akan memengaruhi sistem meridian tubuh yang dikenal dalam ilmu akupunktur. Dengan terapi ini, sistem aura dan cakra tubuh juga akan diperbaiki. Aura orang yang menyimpan masalah biasanya tidak seimbang.
Metode EAT yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan klien. Lama sebentarnya sesi terapi juga bergantung pada berat ringannya masalah yang dihadapi.