“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)
Selasa, 18 Desember 2012
13 renungan cinta
13 Renungan Cinta
1 Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
2 Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi seperti yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
3 Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
4 Orang-orang yang berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
5 Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah (tidak tepat) sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
6 Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
7 Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum, jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.
8 Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba
9 Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi akan lebih menyakitkan bila mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
10 Jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
11 Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
12 Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi? jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
13 Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
*_*Santos Dumay
Sabtu, 21 Juli 2012
Syariat Puasa Ramadhan
Syariat Puasa Ramadhan
Sebelum mewajibkan puasa Ramadhan bagi kaum Muslimin tahun ke-2 hijriyah, Allah SWT telah mensyariatkan puasa kepada para nabi terdahulu.
Menurut Ibnu Jarir Al-Thabari, syariat puasa pertama diterima oleh Nabi Nuh AS setelah beliau dan kaumnya diselamatkan oleh Allah SWT dari banjir bandang. Nabi Daud AS melanjutkan tradisi puasa dengan cara sehari puasa dan sehari berbuka.
Dalam pernyataannya Dawud AS berkata, “Adapun hari yang aku berpuasa di dalamnya adalah untuk mengingat kaum fakir, sedangkan hari yang aku berbuka untuk mensyukuri nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT.”
Pernyataan Dawud AS tersebut ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Sebaik-baiknya puasa adalah puasa Daud, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka.” (HR. Muslim).
Nabi Musa AS kemudian mewarisi tradisi berpuasa. Menurut para ahli tafsir, Musa dan kaum Yahudi telah melaksanakan puasa selama 40 hari (QS. Al Baqarah: 40). Salah satunya jatuh pada tanggal 10 bulan Muharram yang dimaksudkan sebagai ungkapan syukur atas kemenangan yang diberikan oleh Allah SWT dari kejaran Firaun.
Puasa 10 Muharram ini dikerjakan oleh kaum Yahudi Madinah dan Rasul SAW menegaskan umat Islam lebih berhak berpuasa 10 Muharram dari pada kaum Yahudi karena hubungan keagamaan memiliki kaitan yang lebih erat dibandingkan dengan hubungan kesukuan.
Untuk membedakannya, Rasul SAW kemudian mensyariatkan puasa sunah tanggal 9 dan 10 Muharram, selain untuk membedakan puasa kaum Yahudi, juga ungkapan simbolik kemenangan kebenaran atas kebatilan.
Ibunda Nabi Isa AS juga melakukan puasa yang berbeda dengan para pendahulunya, yaitu dengan tidak berbicara kepada siapa pun. Allah SWT berfirman, “Maka jika kamu melihat seorang manusia, katakanlah: ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Mahapemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini’.” (QS. Maryam: 26).
Keempat riwayat di atas merupakan sejarah puasa agama samawi yang menjadi rujukan disyariatkannya puasa dalam Islam. Adapun puasa agama ardhi (agama buatan manusia), kendati sama sekali bukan rujukan namun mereka juga telah melakukan puasa dengan model yang berbeda-beda.
Sebelum puasa Ramadhan diwajibkan, Rasul SAW telah memerintahkan kaum Muslimin puasa Hari Asyura tanggal 9 dan 10 Muharram. Namun begitu perintah puasa Ramadhan tiba, puasa Asyura yang sejatinya ditambah satu hari oleh Rasul SAW menjadi puasa sunah.
Tingginya tingkat kesulitan dalam melaksanakan puasa menjadikan syariat ini turun belakangan setelah perintah haji, shalat dan zakat. Wajar jika kemudian ayat-ayat tentang puasa Ramadhan turun secara berangsung-angsur: Pertama, perintah wajib puasa Ramadhan dengan pilihan. (QS. Al-Baqarah: 183-184).
Kaum Muslimin boleh memilih berpuasa atau tidak berpuasa, namun mereka yang berpuasa lebih utama dan yang tidak berpuasa diharuskan membayar fidyah. Kedua, kewajiban berpuasa secara menyeluruh kepada kaum Muslimin, dengan pengecualian bagi orang-orang yang sakit dan bepergian serta manula yang tidak kuat lagi berpuasa (QS. Al-Baqarah: 185).
Awal mulanya kaum Muslimin berpuasa sekitar 22 jam karena setelah berbuka mereka langsung berpuasa kembali setelah shalat Isya. Namun, setelah sahabat Umar bin Khathab mengungkapkan kejadian mempergauli istrinya pada satu malam Ramadhan kepada Rasul SAW, turunlah QS Al Baqarah: 187 yang menegaskan halalnya hubungan suami-istri di malam Ramadhan dan ketegasan batas waktu puasa yang dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari.
Inilah syariat puasa dalam Islam yang menyempurnakan tradisi puasa seluruh agama samawi yang ada sebelumnya.
Salam Ramadhan, smoga kita dapat memperbaiki diri.
(Republika)
Selasa, 03 Juli 2012
Mengugah Orang Lain
Mengugah Orang Lain
Seorg anak kecil duduk diantara anak tangga di sebuah bangunan dgn topi di kakinya.
Dia memegang sebuah papan yg bertuliskan :"aku buta, tolong aku." Saat itu hnya ada beberapa koin saja di dlm topinya.
Seorg pria melintas di depannya. Dia mengambil beberapa koin dalam kantongnya & menaruhnya ke dalam topi anak tsb . Pria itu kemudian mengambil papan pada anak kecil itu, membalikkan papan itu & menulis beberapa kata, lalu menaruhnya kembali & berjalan meninggalkan anak kecil tsb.
Dalam waktu singkat topi itu terisi & semakin penuh. Begitu banyak orang memberikan uang kepada anak kecil yang buta itu. Pada sore harinya pria yang mengganti tulisan dipapan melintas kembali untuk melihat perubahan apa yg terjadi.
Anak kecil itu mengenali suara langkah kakinya & bertanya :
"Apakah kamu yg mengganti tulisan pd papanku pagi hari ini? Apa yg km tulis?"
Pria tsb menjwb,"aku menulis yg sebenarnya. Aku menulis apa yg km tulis hnya dgn cara yg berbeda." Aku menulis,"hari ini adalah hari yang indah, hanya saja aku tidak bisa melihatnya."
Kedua kalimat tsb memberi arti yg sama bhw anak kecil itu tidak bisa melihat (buta).
Kalimat 1 memberitahukan secara lsg bhw anak kecil tsb buta, sedangkan kalimat 2 memberitahukan bahwa mereka sungguh beruntung bhw mereka tidak buta.
Yang bs kt petik dr cerita ini adlh :
» Bersyukurlah atas apa yg km miliki.
» Jadilah kreatif.
» Jadilah innovative.
» Berpikirlah dgn cara yg berbeda & positif.
» Ktika hidup memberi km 100 alasan utk menangis, tunjukkanlah bhw hidup jg memberi km 1000 alasan utk tersenyum.
» Hadapi masa lalumu tanpa kecewa.
» Hadapi masa dpnmu dgn prcya diri. Siapkan masa depan tanpa ketakutan.
» Pertahankan iman & jauhkan rasa takut.
M. Ummi pada 29 Mei 2012 pukul 17:26m
Seorg anak kecil duduk diantara anak tangga di sebuah bangunan dgn topi di kakinya.
Dia memegang sebuah papan yg bertuliskan :"aku buta, tolong aku." Saat itu hnya ada beberapa koin saja di dlm topinya.
Seorg pria melintas di depannya. Dia mengambil beberapa koin dalam kantongnya & menaruhnya ke dalam topi anak tsb . Pria itu kemudian mengambil papan pada anak kecil itu, membalikkan papan itu & menulis beberapa kata, lalu menaruhnya kembali & berjalan meninggalkan anak kecil tsb.
Dalam waktu singkat topi itu terisi & semakin penuh. Begitu banyak orang memberikan uang kepada anak kecil yang buta itu. Pada sore harinya pria yang mengganti tulisan dipapan melintas kembali untuk melihat perubahan apa yg terjadi.
Anak kecil itu mengenali suara langkah kakinya & bertanya :
"Apakah kamu yg mengganti tulisan pd papanku pagi hari ini? Apa yg km tulis?"
Pria tsb menjwb,"aku menulis yg sebenarnya. Aku menulis apa yg km tulis hnya dgn cara yg berbeda." Aku menulis,"hari ini adalah hari yang indah, hanya saja aku tidak bisa melihatnya."
Kedua kalimat tsb memberi arti yg sama bhw anak kecil itu tidak bisa melihat (buta).
Kalimat 1 memberitahukan secara lsg bhw anak kecil tsb buta, sedangkan kalimat 2 memberitahukan bahwa mereka sungguh beruntung bhw mereka tidak buta.
Yang bs kt petik dr cerita ini adlh :
» Bersyukurlah atas apa yg km miliki.
» Jadilah kreatif.
» Jadilah innovative.
» Berpikirlah dgn cara yg berbeda & positif.
» Ktika hidup memberi km 100 alasan utk menangis, tunjukkanlah bhw hidup jg memberi km 1000 alasan utk tersenyum.
» Hadapi masa lalumu tanpa kecewa.
» Hadapi masa dpnmu dgn prcya diri. Siapkan masa depan tanpa ketakutan.
» Pertahankan iman & jauhkan rasa takut.
M. Ummi pada 29 Mei 2012 pukul 17:26m
Senin, 11 Juni 2012
Subhanallah, Inilah Mukjizat Lebah
Subhanallah, Inilah Mukjizat Lebah
''Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.'' (QS. An-Nahl, 16:68)
Tahukah Anda lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal? Menurut Harun Yahya, heksagonal merupakan sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain.
Lebah, kata dia, menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit.
''Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat,'' ujar cendekiawan Muslim bernama asli Adnan Oktar ini.
Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar-lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya.
Menurut Harun, lebah pemadu memberitahu lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus.
Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.
Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah.
Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah.
Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68 di atas.
Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut.
Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Alquran:
''Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.'' (QS. An-Nahl, 16: 69)
Tahukah Anda tentang manfaat madu sebagai salah satu sumber makanan yang Allah sediakan untuk manusia melalui serangga yang mungil ini?
Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah.
Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon.
Sebagaimana firman Allah, madu adalah “obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu.
Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh sama sekali.
Para dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (bee resin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya.
Redaktur: Heri Ruslan
''Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.'' (QS. An-Nahl, 16:68)
Tahukah Anda lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal? Menurut Harun Yahya, heksagonal merupakan sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain.
Lebah, kata dia, menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit.
''Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat,'' ujar cendekiawan Muslim bernama asli Adnan Oktar ini.
Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar-lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya.
Menurut Harun, lebah pemadu memberitahu lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus.
Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.
Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah.
Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah.
Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68 di atas.
Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut.
Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Alquran:
''Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.'' (QS. An-Nahl, 16: 69)
Tahukah Anda tentang manfaat madu sebagai salah satu sumber makanan yang Allah sediakan untuk manusia melalui serangga yang mungil ini?
Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah.
Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon.
Sebagaimana firman Allah, madu adalah “obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu.
Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh sama sekali.
Para dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (bee resin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya.
Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: harunyahya.com
Kamis, 31 Mei 2012
Ciuman (kissing)
Ciuman (Kissing)
Sudah bisa kita tepak bahwa ungkapan kasih dan sayang yang paling sederhana adalah menciumnya, karena sejujurnya rasa untuk menyentuh adalah sebuah fitrah rasa ungkapan kasih sayang namun tanpa di sadarinya mencium yg bukan muhrimya sudah menjerat diri ke dalam perbuatan maksiat.
Terkadang kita menyadarinya dan rasa sesalpun terlintas dalam hati dan bertaubatpun tlh terucap dan tidak akan mengulanginya lagi, namun tak kuasa ketika kita sdg berduaan, untuk menahan , melakukan perbuatan yg laknat itu, karena tak kuasa menolak rasa untuk menciumnya, akhir terulang lagi.
Itulah "nafsu lawwamah", mencela diri setelah maksiyat tetapi mengulanginya lagi, segeralah taubat secara sungguh-sungguh,segeralah nikah , atau puasa sunnah, hindari berduaan , sibukkan diri dengan aktifitas positif
perbanyak doa, "Allahumma inny as aluka fi'lal khoirot watarkal mungarat"
Ya Allah hamba mohon kepada-Mu untuk menjadi hamba senang ketaatan dan menjadi kuat menjauhi maksiat", bersahabat dengan orang-orang sholeh dan biasakan duduk di majelis ilmu dan zikir.
Sesunggunya manusia itu tidak luput dari ke maksiatan, tetapi dengan mengingat Allah dengan azabNya, maka kemaksiatan itu dpt kita kalahkan.
Subhanallah raihlah kebahagian dengan ketaatan.
Jumat, 20 April 2012
Kado dari Imam Ali
Mari
kita buka lagi bingkisan kado yang datang dari sahabat dan misanan Nabi
saw, Imam Ali bin Abi Thalib ra. Sebelum kita buka bingkisanya, saya
teringat dengan sebuah hadist Rasulallah saw yang berbunyi “Barangsiapa
melepaskan seorang mu’min dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah
akan melepaskan kesulitan dari dirinya di hari kiamat. Barangsiapa
memudahkan urusan seorang mu’min yang sulit, niscaya Allah akan
memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib
seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.
Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu senantiasa
menolong saudaranya”.
Sekarang
kita buka bersama sama bingkisan kado Imam Ali bin Abi Thalib ra yang
penuh dengan mutiara hikmah yang bisa dijadikan sebagai teladan bagi
kehidupan kita sehari hari. Silahkan menyimak:
Di
pagi yang cerah, seroang pengemis datang ke rumah Imam Ali bin Abi
Thalib. Badannya kurus kering, pakaiannya cumpang camping, dan rambutnya
tidak terurus. Ia datang kepada beliau meminta makanan. Imam Ali pada
saat itu sedang berdiri di muka pintu. Lalu beliau menyuruh anaknya
Hasan, “Ya Hasan, masuklah ke dalam, minta dari ibumu, Fatimah, uang
satu dinar yang masih tersisa 6 dinar dari uangku” kata beliau.
Sayyidina Hasan langsung masuk kedalam meminta uang dari ibunya sesuai
dengan perintah ayahnya.
Tak
lama kemudian ia keluar tanpa membawa apa apa. Ia menjelaskan bahwa
ibunya tidak memberikanya karena uang yang 6 dinar, katanya, akan
digunakan untuk membeli tepung gandum. Dengan sedikit jengkel beliau
berkata kepadanya “Tidak akan benar iman seseorang sehingga ia
berkeyakinan bahwa apa yang berada di tangan Allah lebih baik dan lebih
afdhol dari pada apa yang berada di tangannya”. Kemudian ia menyuruh
lagi anaknya Hasan untuk mengambil uang satu dinar dari ibunya, Fatimah.
Adapun kali ini Hasan keluar dengan membawa uang satu dinar. Imam Ali
mengambil uang itu lalu diserahkan kepada pengemis tadi.
Belum
sempat Imam Ali ra masuk ke dalam rumahnya, tiba tiba seseorang datang
dengan menuntun seekor unta. Ia menawarkan beliau untanya seharga 140
dirham. Tanpa tawar menawar, Imam Ali ra setuju membelinya. Beliau
menjajikannya akan membayar harga untanya di sore hari. Orang itu pun
setuju. Lalu imam Ali mengikat unta tadi di depan rumahnya.
Di
siang harinya ada seseorang melewati rumah beliau. ia melihat seekor
unta diikat di depan rumah. Ia bertanya kepada beliau “Apakah unta ini
mau dijual?”. Beliau menjawab “Ya, betul unta itu akan kujual dengan
harga 200 dirham. Apakah kau berminat membelinya?”. Orang itu melihat
lagi unta tersebut untuk kesekian kalinya. Akhirnya, Ia tertarik untuk
membelinya. “Ya, aku berminat membeli unta ini dengan harga 200 dirham”,
ujarnya. Orang itu langsung merogoh kantongnya dan membayar kontan
harga unta sebesar 200 dirham kepada Imam Ali ra.
Di
sore harinya orang yang menjual untanya kepada Imam Ali datang untuk
menagih uang penjualanya. Beliau langsung memberikan kepadanya 140
dirham sesuai dengan perjanjian. Untung Imam Ali dari penjualan unta 60
dirham diberikan kepada istrinya, Fatimah ra. Dengan keheranan siti
Fatimah menerima uang itu seraya berkata “Dari mana kau dapatkan uang
sebanyak ini?”. Imam Ali pun tersenyum, lalu berkata “Ini adalah apa
yang telah dijanjikan Allah melalui lisan nabi kita Muhammad saw
(Barangsiapa membawa amal baik maka baginya pahala sepuluh kali lipat).”
Al an’am 160
Kisah
di atas patut dijadikan bahan renungan. Agar kita memiliki sikap hidup
yang selalu memberi perhatian kepada yang miskin, yang lemah dan yang di
bawah. Biarpun kita kaya dan memiliki harta berlimpah-limpah, semua itu
tak berarti sedikit pun jika tidak memiliki sifat perhatian untuk
mengangkat yang di bawah dan menolong yang miskin. Nah, kalau begitu,
jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Imam Ali ra dan
seperti yang diajarkan Nabi agar tetap memiliki rasa kesederhanaan dan
tidak menimbulkan iri dan dengki terhadap kelompok miskin.
Alkisah,
ada seorang kaya dari bani Israil yang sedang duduk makan siang
bersama-sama istrinya. Di atas meja tersedia segala macam hidangan
diantaranya ada ayam panggang. Tiba tiba seorang pengemis datang
mengetuk pintu. Istrinya pun berkata kepada suaminya ”Pak! Ada pengemis
di depan rumah, kasiahan pak. Apakah kita bersedekah kepadanya dengan
sepotong ayam panggang? Sang suami tiba-tiba membentaknya “Jangan!
usirlah pengemis itu dari depan rumah.
Dunia
pun berputar, hari berganti hari, bulan berubah menajdi tahun. Si kaya
yang digenangi dengan segala macam kenikmatan berobah menjadi miskin.
Istri kesayanganya ditalaknya. Setelah ditalak sang istri kawin lagi
dengan seorang laki laki kaya. Kemudian terulang lagi peristiwa sang
istri makan siang bersama-sama suaminya yang baru. Tentu di atas meja
terhidang segala macam makanan, dan tidak ketinggalan pula terdapat
seporsi ayam panggang.
Tiba
tiba seorang pengemis datang mengetuk pintu meminta makanan. Sang suami
berkata kepada istrinya dengan penuh rahmah: “Ambilah sepiring nasi dan
sepotong ayam panggang sebagai lauknya, berikanlah kepada pengemis
itu”. Setelah nasi dan ayam panggang diberikan kepada si pengemis, sang
istri pun menangis. Suaminya sangat heran dan bertanya: “kenapa dik kamu
menangis? Apakah kamu marah karena aku memberi pengemis itu nasi dan
ayam panggang?”. Istrinya menjawab: “ tidak pak, tidak sama sekali, akan
tetapi aku menangis karena ada sesuatu yang sangat ganjil dan ajaib”.
Sang suami jadi penasaran ingin tahu apa yang ganjil dan ajaib itu. Ia
pun bertanya: “Bu, apa gerangan yang ganjil dan ajaib itu? ”. Istrinya
menjawab: “Apakah kamu tahu siapa pengemis yang datang di depan pintu
tadi? Sesungguhnya ia adalah suamiku yang pertama”. Mendengar ulasan
sang istri, sang Suami segra berkata kepada istrinya “Apakan kamu tahu
siapa aku sebenarnya? Sesungguhnya aku adalah pengemis pertama yang
datang dulu ke rumahmu”.
Subhanallah,
Itulah dunia. Kalau kita tidur, Allah tidak tidur. Kalau kita lupa
Allah tidak akan lupa Dunia itu berputar, sesaat ia berada diatas dan
sesaat lagi berada di bawah. Kalau kita sedang berada di
atas jangalah angkuh, bangga dan lupa kepada yang di bawah, sebaliknya
kalau kita berada di bawah jangalah gelisah atau putus asa. Sesungghunya
di langit itu ada kerajaan yang Maha Besar, tertulis di depan pintu
gerbangya: “Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan Kami” almu’minun Maka,
Cintailah yang di bumi agar yang di langit mencitaimu.
http://hasanalsaggaf.wordpress.com
Jumat, 06 April 2012
Hati Tidak Pernah Berdusta
Hati Tidak Pernah Berdusta
"...Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, melainkan yang buta ialah hati yang terdapat di dada.” (QS al-Hajj:46).
Hati tidak pernah menipu diri, apalagi menipu orang lain. Hati yang fitri, yang bersih dari anasir-anasir kepentingan materi, nafsu, dan godaan inderawi. Hati yang selalu membimbing kata sejalan tindakan, sumpah, dan kenyataan. Hati yang takut berdusta di hadapan siapa pun karena yakin betul Tuhan Mahamengawasi. Hati yang tidak memproduksi kata-kata indah yang jauh panggang dari api. Itulah hati yang bersih, al-qalb al-salim.
tidak seorangpun yang mengingkari kejujuran hati, karena dialah yang paling tau semua gerak yang ada pada diri manusia, Kejujuran identik dengan hati maka tatkala orang bersumpah dengan penuh percaya diri, sungguh siapa pun tak akan tahu persis apakah ia sedang jujur atau berdusta. Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Orang lain sebatas me nafsir dan menerka. Hak dan batil secara hakiki pasti berbeda, tetapi di tangan manusia keduanya sering kali menjadi sumir, gelap, dan serbarumit.
Kejujuran adalah pangkal semua perbuatan baik manusia. Tidak ada perbuatan dan ucapan baik kecuali kejujuran.
Oleh sebab itu, Allah menyuruh orang-orang mukmin agar selalu berkata benar dan berlaku jujur. Ini diperintah oleh Allah melalui firman-Nya :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang jujur dan benar. (al-Ahzab: 70)
Rasulullah SAW bersabda:
“Kamu semua wajib bersikap jujur kerana kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa kepada syurga”. (HR Ahmad, Muslim, at-Tirmizi, Ibnu Hibban)
Kejujuranlah yang menjadikan Ka’b bin Malik mendapat keampunan langsung dari langit sebagaimana Allah jelaskan dalam surah at-Taubah. Kejujuranlah yang menyelamatkan bahtera kebahagiaan keluarga dan kejujuran pulalah yang menyelamatkan seorang Muslim daripada siksa api neraka di kemudian hari.
Subhanallah betapa agungnya Allah menciptakan manusia yang begitu sempurna lihatlah, tubuh ini laksana kerajaan. Tangan, kaki, dan segenap anggota tubuh laksana pekerja ahli. Syahwat bagaikan pemungut pajak. Amarah ibarat polisi. Hati nurani adalah raja yang menguasai singgasana. Akal itu perdana menterinya. Syahwat senantiasa menarik segala sesuatu pada kepentingan dirinya. Sedangkan, amarah berwatak keras dan kasar, yang suka menghukum dan menghancurkan.( Imam Al-Ghazali,MutiaraHikmah)
Hati adalah sang raja yang harus mengendalikan syahwat, amarah, juga mengendalikan akal. Hati harus dapat menjaga keseimbangan semua kekuatan yang dimiliki manusia. Tetapi hanya sedikit orang yang dapat memanag dirinya dan tidak sedikit orang yang di kuasai oleh rezim nafsu serbaduniawi. Itulah hati yang terkunci.
"Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga.
"...Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, melainkan yang buta ialah hati yang terdapat di dada.” (QS al-Hajj:46).
Hati tidak pernah menipu diri, apalagi menipu orang lain. Hati yang fitri, yang bersih dari anasir-anasir kepentingan materi, nafsu, dan godaan inderawi. Hati yang selalu membimbing kata sejalan tindakan, sumpah, dan kenyataan. Hati yang takut berdusta di hadapan siapa pun karena yakin betul Tuhan Mahamengawasi. Hati yang tidak memproduksi kata-kata indah yang jauh panggang dari api. Itulah hati yang bersih, al-qalb al-salim.
tidak seorangpun yang mengingkari kejujuran hati, karena dialah yang paling tau semua gerak yang ada pada diri manusia, Kejujuran identik dengan hati maka tatkala orang bersumpah dengan penuh percaya diri, sungguh siapa pun tak akan tahu persis apakah ia sedang jujur atau berdusta. Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Orang lain sebatas me nafsir dan menerka. Hak dan batil secara hakiki pasti berbeda, tetapi di tangan manusia keduanya sering kali menjadi sumir, gelap, dan serbarumit.
Kejujuran adalah pangkal semua perbuatan baik manusia. Tidak ada perbuatan dan ucapan baik kecuali kejujuran.
Oleh sebab itu, Allah menyuruh orang-orang mukmin agar selalu berkata benar dan berlaku jujur. Ini diperintah oleh Allah melalui firman-Nya :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang jujur dan benar. (al-Ahzab: 70)
Rasulullah SAW bersabda:
“Kamu semua wajib bersikap jujur kerana kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa kepada syurga”. (HR Ahmad, Muslim, at-Tirmizi, Ibnu Hibban)
Kejujuranlah yang menjadikan Ka’b bin Malik mendapat keampunan langsung dari langit sebagaimana Allah jelaskan dalam surah at-Taubah. Kejujuranlah yang menyelamatkan bahtera kebahagiaan keluarga dan kejujuran pulalah yang menyelamatkan seorang Muslim daripada siksa api neraka di kemudian hari.
Subhanallah betapa agungnya Allah menciptakan manusia yang begitu sempurna lihatlah, tubuh ini laksana kerajaan. Tangan, kaki, dan segenap anggota tubuh laksana pekerja ahli. Syahwat bagaikan pemungut pajak. Amarah ibarat polisi. Hati nurani adalah raja yang menguasai singgasana. Akal itu perdana menterinya. Syahwat senantiasa menarik segala sesuatu pada kepentingan dirinya. Sedangkan, amarah berwatak keras dan kasar, yang suka menghukum dan menghancurkan.( Imam Al-Ghazali,MutiaraHikmah)
Hati adalah sang raja yang harus mengendalikan syahwat, amarah, juga mengendalikan akal. Hati harus dapat menjaga keseimbangan semua kekuatan yang dimiliki manusia. Tetapi hanya sedikit orang yang dapat memanag dirinya dan tidak sedikit orang yang di kuasai oleh rezim nafsu serbaduniawi. Itulah hati yang terkunci.
"Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga.
Langganan:
Postingan (Atom)






